Jumat, 30 Januari 2009

Mojokerto, Panduan Wisata Alam dan Sejarah

MOJOKERTO, salah satu kota di Jawa Timur yang memiliki kekayaan wisata beragam. Di kota tempat berdirinya Kerajaan Majapahit itu, wisatawan akan disuguhi wisata alam dan sejarah yang berpadu.

Wisata alam menjadi salah satu alternatif bagi para pelancong untuk sekadar melepas penat atau mengisi hari libur. Tepatnya di Kecamatan Pacet, beraneka ragam suguhan wisata pegunungan disajikan. Dengan hawa yang dingin dan terbebas dari hiruk-pikuk, mampu menciptakan suasana tenang.

Di kecamatan yang berjarak sekitar 30 kilometer dari jantung kota itu, beberapa objek wisata alam bisa ditemukan. Mulai wisata air, agrobisnis, kuliner hingga pemadangan hamparan gunung yang menyejukkan mata. Semuanya, disajikan tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam.


Salah satu objek wisata yang menjadi andalan adalah kawasan wisata air panas, tepatnya berada di Desa Padusan Kecamatan Pacet. Tak hanya pemandian air panas yang disajikan, bagi mereka yang sekadar ingin berenang di air dingin, tepat jika memilih lokasi ini. Tentunya, kejernihan dan kemurnian air kolam menjadi jaminan kepuasan wisatawan.

Untuk bisa menikmati suguhan wisata air panas dan dingin ini, wisatawan hanya butuh mengeluarkan kocek sebesar Rp3.500 untuk tiket masuk. Ongkos sebesar ini, hanya untuk menikmati pemandangan pegunungan di lokasi wisata Padusan. Selebihnya, jika wisatawan menginginkan wisata air panas dan dingin, hanya perlu menambah tiket masuk lokasi sebesar Rp2.500 per orang.

Wisata air panas Padusan, menjadi andalan wisata di Kabupaten Mojokerto. Tak hanya wisatawan dalam kota yang kerap menikmati air panas alami yang berkhasiat itu. Tak jarang, wisatawan dari luar kota, dan bahkan mancanegara, sudi singgah di lokasi wisata yang menjadi ikon wisata di Kabupaten Mojokerto ini.

Beberapa alasan yang menjadikan lokasi wisata ini menjadi wisata favorit adalah keunikan air panas yang ditampung di lima kolam itu. Selain murni dari pegunungan, khasiat menjadi obat penyakit kulit, kerap kali jadi alasan wisatawan untuk mengunjungi lokasi ini. Lantaran itu, ramainya para wisatawan tak dibatasi hanya hari libur.

Tahun 2002 lalu, lokasi ini sempat mati suri. Menyusul bencana tanah longsor yang menewaskan puluhan wisatawan yang sedang asyik berendam. Namun cerita kelam itu, seakan sudah terlupakan. Sejak setahun terakhir, lokasi ini justru lebih diminati dibandingkan sebelum musibah itu menimpa lokasi ini.

Bukan tanpa alasan kenapa para wisatawan saat ini justru lebih merasa nyaman di lokasi ini. Relokasi kolam dan perbaikan sejumlah fasilitas, mampu mengubah citra seram. Bahkan kini, kenyamanan dan keamanan wisatawan menjadi prioritas pengelola, yakni Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Mojokerto.

Sederetan upaya juga dilakukan untuk menarik simpati wisatawan. Salah satunya adalah rasa aman dari longsor, yang pernah menjadi sejarah buruk bagi warga desa setempat. "Saat ini, kami memberi jaminan jika tak akan ada korban tanah longsor lagi di tempat wisata ini," sebut Naib, Koordinator Wisata Air Panas dari Dispora Kabupaten Mojokerto.

Jaminan itu tak hanya isapan jempol. Kini pengelola menempatkan lokasi kolam, baik kolam air panas maupun dingin, jauh dari aliran sungai, yang saat itu menjadi "jalan" longsoran tanah dari Gunung Welirang. Selain itu, upaya penanaman hutan kembali, menjadi satu jaminan jika lokasi ini terbebas dari banjir dan tanah longsor.

Bagi mereka yang hobi menikmati alam pegunungan dengan kemping di lokasi ini juga tersedia bumi perkemahan. Karena lokasi yang luas dan aman, tempat ini kerap menjadi tujuan para pecinta alam untuk menikmati liburan di dalam tenda.Hutan yang telah bebas dari binatang buas, juga menciptakan rasa aman tersendiri.

Tak cukup sampai di situ, wisatawan juga akan terpuaskan dengan beragam oleh-oleh khas Pacet di lokasi ini. Wisata belanja agrobisnis, tersaji di deretan jalan, lengkap dengan produk-produk pertanian unggulan dengan berbagai olahan. Seperti keripik ketela, hingga beragam sayur-mayur organik.

Puas dengan wisata air panas, pengunjung juga bisa menikmati objek wisata lainnya yang hanya berjarak sekitar 200 meter, berupa wisata air terjun. Dengan medan yang cukup menantang dan berada di bagian bawah lokasi air panas, pengunjung bisa menikmati indahnya air tejun Coban Canggu. Dengan harga tiket Rp2.500 per orang, pengunjung bisa sepuasnya menikmati air terjun dengan ketinggian sekitar 70 meter ini.

Bagi wisatawan luar kota yang ingin berlama-lama di lokasi wisata ini, tak perlu dipusingkan dengan tempat menginap. Deretan hotel berbagai kelas siap menampung para wisatawan. Atau bagi mereka yang traveling bersama keluarga, bisa memilih satu dari puluhan vila yang disewakan. Harganya pun cukup terjangkau. Mulai Rp250.000 hingga Rp750.000 per malam.

Jumat, 14 November 2008

Langganan Banjir ! Siapa Mau ?!




Samarinda banjir lagi nih, dimulai sekitar tgl 04 Nov 08 air sungai memang sedang pasang ditambah dengan hujan deras di pagi hari akhirnya perkiraanku benar terjadi. Air mulai masuk di dalam rumah. Tapi masih belum parah, masih bisa ditoleransi dan benar malam mulai surut dah.






Jumat 07 Nov banjir lagi karena pasang naik yang masih berkelanjutan + katanya di daerah lempake mengirimkan air lagi, setelah rame-rame kebun raya banjir sampai buaya-buaya pada lepas. Aku cuma bisa bingung & berdoa semoga ga tambah parah (tapi kali ini doaku belum terkabul, Tuhan suruh aku berlibur dulu). Ternyata besok di rumah ( Jl. Sutoyo) sudah jadi jadi pemandian umum (waterpark dadakan).


Jadilah saya & suami mengungsi ke hotel, tidak berhenti disitu karena sewaktu di hotel (yang sudah kita cari susah payah karena banyak yang penuh) ketemulah dengan sesama korban banjir. Hampir seminggu kami mengungsi ( puji Tuhan bayi kita masih "nitip neneknya" di Surabaya). Beberapa kali kami menengok lokasi rumah keadaan air belum surut, bahkan katanya listrik sempat tidak dialirkan beberapa hari, jadi para tetangga yang 'bertahan' mau ngga mau ngga tahan juga akhirnya. Untuk menengok ke rumah kami harus berjalan dengan kedalaman banjir yang bervariasi, mulai cuma semata kaki sampai sepaha, itupun dengan 20 menit berjalan (coba naik sepeda, tapi motorpun ga bisa masuk kalau pas dalam). Sayang , saya tidak bawa camera/HP untuk memotretnya karena takut rusak sewaktu "outbond banjir".


Seminggu kemudian pas Hari Jumat juga, pegawai saya telpon bilang kantor kebanjiran juga, selutut, waaauuu... sampai di kota jua akhirnya. Tapi besok sudah surut (kalau kota saja kebanjiran berarti lumayan merata banjir musim ini).



Jadi teringat sebuah cerita tentang seorang peternak ayam yang tanahnya selalu kebanjiran setiap musim hujan. Sekalipun banjir mendatangkan masalah yang besar baginya, ia tetap saja tidak mau pindah dari tempatnya. Seperti biasa dilakukannya, jika air datang membanjiri peternakan serta kandang-kandang ayamnya, maka dengan panik ia akan berpacu memindahkn ayam-ayam itu ke tanah yang lebih tinggi. Dalam beberapa tahun belakangan, ia telah menderita kerugian yan tidak sedikit. Ratusan ekor ayamnya mati terbenam air karena ia terlambat memindahkan mereka. . Tahun berikutnya kerugiannya bertambah besar. Dalam keputusasaannya, ia masuk dalam rumah eternakannya dan berkata kepada istrinya, "Saya sudah jera, seandainya dijuapun, tidak seorang pun mau membeli tanah sial ini. Saya tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan dengan tempat ini!" Dengan tenang dan berusaha menghibur suaminya, istrinya menjawab: "Beli saja itik!"

Moral cerita ini adalah hidup di dunia memang penuh berbagai masalah. Tak ada yang lolos dari masalah, tetapi setiap masalah atau krisis yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita sebenarnya ada maksud mulia di dalamnya. Kuncinya adalah cara berpikir kita dalam menghadapi krisis, think positive, never give up & creativities. Krisis dapat menjadi peluang, peluang untuk memperbaiki keadaan, ga hanya prihatin & basa-basi, pasti ada jalan & berkat lain (contohnya waterpark dadakan).

Didalam agama saya juga ada banyak cerita tentang iman & pengharapan, salah satunya cerita tantang Yosua & Kaleb (Bil 13:25-33) yang karena imannya akan Firman Tuhan, mereka dapat merebut Tanah Kanaan yang notabene berpenduduk raksasa pemakan manusia, dari sepuluh pengintai hanya mereka berdua yang berani berkata,"Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!" Benar-benar menjadi lebih daripada pemenang! Ini pula menjadi inspirasiku menjadi lebih daripada pemenang di tanah ini.

Rabu, 12 November 2008

Pesta Blogger 2008

Ternyata Blog juga ada fans clubnya ya? (sorry, i'm so katrok coz baru ngeh join dalam beberapa hari ini). Bulan November 08 ini menjadi bulannya para blogger, bahkan ada kunjungan dari blogger2 asing loh yang akan meramaikan Pesta Blogger tgl 17 November ini (kalau tidak salah info).

Dikatakan bahwa seluruh biaya perjalanan mereka untuk mengikuti blogging trip ini telah ditanggung oleh Depbudpar (Departemen Kebudayaan dan Pariwisata) sebagai bagian dari promosi pariwisata Indonesia. Selama mengikuti blogging trip di tiga kota tersebut (Bali, Jogja & Jakarta), mereka akan bertemu serta berinteraksi langsung dengan komunitas blogger lokal, dan melihat-lihat berbagai tujuan wisata kultural/historis serta kekayaan potensi pariwisata di Indonesia. Hebat ngga?

Salah satu blogger asing paling terkemuka dalam blogging trip yang didukung penuh oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata ini adalah Jeff Ooi dengan blog-nya Screenshots (www.jeffooi.com). Jeff Ooi merupakan salah seorang news-blogger paling terkemuka di Malaysia, status yang didapatkannya karena ia menjadi alah satu blogger pertama yang mulai menggunakan kekuatan blog untuk mendobrak kekangan pemerintah Malaysia terhadap surat kabar dan media tradisional lainnya.

Jeff juga mencetak sejarah sebagai salah satu individu yang meniti jenjang karir politiknya melalui blog. Tergabung dalam partai oposisi DAP, Jeff Ooi berhasil memenangkan kursi parlemen pada Pemilihan Umum di Malaysia, Maret 2008 lalu. Blog-nya, Screenshots, dikunjungi hampir 200,000 orang dan meraih hampir seperempat juta page views per bulannya, dan pernah memenangkan penghargaan "Reporters sans Frontieres" Freedom Blog Award for Asia. Ia juga pernah diundang sebagai pembicara di Harvard University dan the World Summit on the Information Society (WSIS).

Blogger dari Singapura, Lee Kin Mun, lebih dikenal dengan nama blog-nya, Mr. Brown (www.mrbrown.com), sering disebut-sebut sebagai Bapak Blogger Singapura. Lee menggunakan perpaduan antara kecerdasan dan komedi untuk melontarkan pendapatnya mengenai politik, serta Singapura yang kaku dan sangat terkendali.

Berkebalikan dengan itu, Mark Tafoya dari Amerika Serikat justru tidak menulis mengenai politik, tetapi menulis mengenai makanan dalam jaringan blog-nya, Culinary Media Network (www.culinarymedianetwork.com). Chef dari New York ini juga merupakan produser eksekutif dari blog kuliner yang menampilkan videocasts mengenai berbagai jenis makanan dari berbagai penjuru dunia. Mark mengatakan bahwa ia akan memperkenalkan budaya Indonesia lewat tradisi kulinernya, karena makanan adalah bagian penting dari budaya.

Sedangkan blogger dari Australia, Anthony Bianco merpakan penulis pariwisata dan travelling (www.nickbowditchtravel.com). Ia adalah penjelajah sejati yang sudah bepergian ke hampir 40 negara di 6 benua dan suka mengeksplorasi cara hidup yang berbeda, mencicipi berbagai jenis makanan, dan bertemu dengan penduduk lokal di negara yang dikunjungi, dan semua catatan perjalanannya itu ia rangkum dalam blog-nya.

Serukan, dari cuma ketik2 saja di komputer jadi mempengaruhi sebegitu banyak orang, sampai jadi politikus segala. Habis ini era komunikasi bergeser kelihatannya promosi bisa lewat internet yang notabene-nya interaktif (lain dengan tv ga suka acaranya ya jangan protes pindah channel aja kecuali remotenya dipegang mama).

Yang jadi pertanyaan saya sekarang bagaimana menilai peringkat kelarisan blog di Indonesia sendiri ya? Lagi pula apa blog terlaris sekarang?